Kipas Radiator Alternatif untuk Yamaha NVL…

Posted: October 17, 2015 in Oprek, Otomotif
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Di suatu sore, dua hari yang lalu, tetangga sebelah berhenti di depan toko sambil mengendarai Yamaha NVL nya. Rutinitas biasa sehari-hari sebelum dia memasukkan motornya ke dalam rumah. Namun kali ini ada yang tak biasa.

Motor berhenti dan mesin sudah dimatikan tapi motor masih mengeluarkan suara seperti mendesing. Sepertinya sang tetangga juga penasaran sambil melihat-lihat ke bagian mesin. Tak lama suara mesin menyala dan sang tetangga urung memasukkan motornya. Dugaan sementara, dia akan melakukan 1 lap keliling satu RT untuk mengetes ada kendala apa pada motornya.:mrgreen:

Tidak berapa lama sang tetangga kembali berhenti di depan toko dengan kondisi mesin off dan kontak masih dalam posisi on. Suara mendesing tadi tak juga hilang. Hmmm…, seperti suara injector yang sedang bekerja. Saya hampiri sang tetangga sambil bertanya kenapa injector-nya masih menyala padahal mesin sudah dimatikan. Ternyata sekitar 10 kilometer sebelum sampai rumah, indikator temperatur di panel spido menyala namun dia abaikan. Hmmm…, pantas saja hawa panas mesin sangat terasa ketika tadi menghampiri motornya.

“Sepertinya mesin motor Mas mengalami overheat. Coba didinginkan dulu sekitar 30-40 menit, nanti kita periksa sama-sama”, ujar saya kepada sang tetangga. 40 menit berlalu dan motor pun dicoba dinyalakan kembali. Kontak sudah di posisi on namun mesin belum dihidupkan, suara desing dari injector sudah tidak ada dan indikator temperatur sudah tidak menyala. Oke, sip… normal lagi. Kemudian mesin dinyalakan sesaat, tarik throtle hingga 5.000 rpm, lepas lalu mesin dimatikan. Sepertinya tidak ada masalah.

Hmm…, mesin berpendingin radiator mengalami overheat? Curiga sama sistem pendinginannya nih. Vonis pertama kali dijatuhkan pada kipas pendingin radiator. Pas dirogoh-rogoh dan coba diputar dengan menggunakan tangan, kok seret banget. Ya wis, kulonuwun sama tetangga untuk lepas dan cek kipas radiator. Dan ternyata…, weleh…, weleh….๐Ÿ˜ฏ

picsay-1445067278073

Poros baling-baling kipas rusak seperti meleleh. Berhubung sudah malam dan bisa dipastikan ngga ada bengkel atau toko sparepart yang buka, motor dirapihkan kembali dan menunggu keesokan harinya untuk berburu sparepart.

Sang tetangga mencari kipas pendingin radiator motornya di dua bengkel resmi Yamaha dan mendapatkan jawaban yang sama. Sparepart yang dicari sedang tidak ada stok dan disarankan untuk indent. Harganya cukup mencengangkan, 492.000 rupiah untuk satu set kipas pendingin radiator! Dan sepertinya tidak ada yang menjual bilah kipasnya saja (-_-)’๐Ÿ˜ฅ

Sambil menunggu ketersediaan sparepart, terbesit di pikiran untuk memasang kipas alternatif untuk sementara. Targetnya: mudah, murah dan bisa beroperasi๐Ÿ˜‰ Akhirnya kandidat terpilih adalah… CPU Fan ukuran 3 inch๐Ÿ˜€ Dengan berbekal 2 unit CPU fan diparalel dan bekas soket kipas radiator serta isolasi…., maka jadilah…
Tadaaa….

IMG_20151016_202839-picsay

Proses bongkar-pasangnya memang agak ribet dan perlu 2 orang tenaga kerja:mrgreen: karena harus ada yang bantu memegang tangki saat menyambung soket kipas setelah melepas tank flap, tank cover dan key shutter cover.

Singkat cerita, beginilah penampakan hasilnya setelah diikat dengan cable tie

IMG_20151017_131539-picsay

IMG_20151017_131623-picsay

Setelah terpasang pada radiator, ada perasaan was-was karena kipas alternatif tidak bekerja. Padahal suhu pada kisi-kisi radiator telah mencapai 80 derajat celcius (berpatokan pada umumnya kipas elektrik radiator bekerja). Dicoba satu lap keliling RT, tetap saja kipas yang baru dipasang itu tidak beroperasi. Pas dibongkar lagi dan cek tegangan input ke kipas, tidak ada… waduh… [mumet dah..] Akhirnya…, dengan pasrah semua komponen dan body kit dipasang kembali dan kami nyalakan mesin dalam keadaan idle selama lebih dari 5 menit dengan digital thermometer terpasang.

Tak disangka… keajaiban pun terjadi [lebay…๐Ÿ˜› ] Kipas radiator darurat tersebut berputar. Nah yang bikin kami heran adalah temperatur radiator saat kipas bekerja, yaitu di kisaran 92-95 derajat celcius. Entah digital thermometer kami yang perlu dikalibrasi lagi atau memang segitu suhu kerja pada kipas radiator Yamaha NVL….

IMG_20151017_140248-picsay

IMG_20151017_140326-picsay

Selamat mencoba…
Semoga berhasil…, dan…
Semoga bermanfaat…๐Ÿ˜‰

Comments
  1. macantua.com says:

    Wah ini nih biar tetep adem

    Save FBY. Bus jemputan Karyawan YMMWJ jadi korban sweeping

    http://macantua.com/2015/10/17/bus-jemputan-karyawan-ymmwj-jadi-korban-pelemparan-sweeping-bobotoh/

  2. temperatur radiator saat kipas bekerja, yaitu di kisaran 92-95 derajat celcius
    eddah, po ra geseng duluan ngene ki.. iso disetting suhu kerja ora kang neng ECU ne? Mosok dislomot knalpot ngebul nembe kerjo๐Ÿ˜€

    • kmphlynx says:

      lhaa… kuwi…
      aku yo nggumun, og Kang…
      wedine, pasca operhit, ECU/ECM e melu stress. dadine ngawur.
      sing marai nggumun meneh, rega kipase kuwi lho, Kang. Mosok murah kipas radiator mobil???

  3. Pio019 says:

    Yen pasang radiator maneh, minus kipas, iso mbantu pendinginan ra yo mas? Vixion ku sich nganti 2 tahun iki, alhamdulillahirobbil’alamin, aman mas…..

  4. […] ini saya diajarkan membuat pupuk organik cair atau MOL sama Kang Sapto dengan bahan dasar nanas dan gula pasir. Cara membuat pupuk organik cair (POC) atau mikro organisme […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s