Inreyen/Break-In: Bagaimana Sebaiknya?

Posted: September 23, 2014 in Dokumentari, Otomotif
Tags: , , , , , , , ,

Beberapa jam setelah menandatangani SPK dan membayar DP, motor idaman sudah di antar hingga depan rumah dengan selamat oleh Pak Kurir dengan mobil pick-up nya. Setelah diperiksa kondisi dan kelengkapannya (tak lupa tanda tangan surat jalan:mrgreen: ), saatnya membawa masuk kendaraan untuk diamati lebih lanjut😉

 

Seorang tetangga yang melihat bertanya, “Lho ko’ ngga’ diajak jalan, motornya Mas?”. “Ngga’ Pak, nanti saja mau baca buku manualnya dulu”, jawab saya sambil nyengir. Dalam hati, “ngga’ bakal saya ajak jalan motor ini. Lha motor dibeli untuk dikendarai ko’ malah diajak jalan…”:mrgreen:

 

Setelah selesai baca buku petunjuk kendaraan, keesokan harinya saya mulai masa inreyen. Berhubung beli motornya pakai uang tabungan selama 2 tahun (berat, Bro….😀 ), bagaimana caranya supaya motor ini bisa awet, tetap bertenaga dan tidak mudah rusak. Yap, cara dan teknik berkendara jawabannya. Termasuk bagaimana cara memperlakukan kendaraan pada jarak tempuh perdananya.

 

Inreyen/Break-In/Running-In, merupakan proses kendaraan baru saat memasuki kilometer/jam operasi perdana. Banyak asumsi yang beredar bahwa jika pada proses ini, sebaiknya kendaraan digeber pada kecepatan dan/atau rpm maksimum. Tujuannya agar mesin bisa memperoleh performa maksimum nantinya. Namun ada yang membantah asumsi ini, bahwa dengan melakukan break-in pada kecepatan dan/atau rpm tinggi justru akan memperpendek umur mesin.

 

Di antara banyak pendapat yang beredar, saya lebih cenderung mengikuti buku manual, yaitu menggunakan motor dengan bukaan throtle bertahap sesuai anjuran. Terkait dengan itu, beberapa waktu lalu (17 September 2014), kmphlynx berkesempatan menghadiri peluncuran perdana motor Triumph di bilangan Jakarta Selatan. Nah.., di sana ada hal (yang menurut saya) unik dan sayang kalau tidak dibagi. Ini dia penampakannya….

Sticker tata cara break-in ini ada baiknya ditiru oleh produsen motor lainnya

Sticker tata cara break-in ini ada baiknya ditiru oleh produsen motor lainnya

 

Beruntung sekali pada hari itu bertemu dengan Pak Imam Budihardjo dari PT. Megah Putra Motorindo, Authorized Dealer of Triumph Motorcycles di Indonesia. Beliau menjelaskan bagaimana melakukan proses running-in yang baik agar umur mesin pada motor lebih panjang dan memperoleh performa mesin yang baik.

 

Selain mengontrol bukaan throtle di tahapan kilometer tempuh, disarankan untuk menggunakan kecepatan yang bervariasi, tidak terpaku pada satu atau beberapa gear-position saja. Karena pada komponen/part baru memiliki tingkat friksi/gesekan yang tinggi, sangat dianjurkan untuk menahan putaran mesin seperti yang ditunjukkan buku manual.

 

Tak sampai di situ saja, Beliau juga menyarankan untuk menggunakan oli mineral saat melakukan running-in, bukan oli sintetis. Tujuan penggunaan oli mineral pada masa break-in adalah agar memudahkan komponen-komponen di dalam mesin dapat dengan mudah untuk “duduk” (bedded in) secara presisi.

 

Durasi penggunaan oli mineral yang dianjurkan oleh Pak Imam adalah cukup dua kali saja, yaitu pada 1.000km pertama (0-1.000km) dan seribu kilometer ke-2 (1.000-2.000km). Selanjutnya gunakan oli sintetis untuk pelumasan yang lebih baik dan meminimalisir friksi pada mesin.

 

Sebagai penutup, silahkan dicermati gambar bagian dari Triumph manual instruction dari Pak Imam Budihardjo berikut ini…

IMG-20140922-WA0001

IMG-20140922-WA0002

 

Comments
  1. Aa Ikhwan says:

    sip ajib infone..
    motor barunya treyem toh ?:mrgreen:

  2. Maskur says:

    catet.. najan rung tau duwe motor gress.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s