Riding All New Vario Techno 125 PGM-Fi Dalam Guyuran Hujan

Posted: March 12, 2012 in Dokumentari, Otomotif
Tags: , , , , , , ,

Pada tanggal 10 Maret 2012 kemarin, kmphlynx dan juragan warung DOHC menghadiri undangan dari Mbak Siska untuk melihat dan mencoba produk baru dari Honda. Berlokasi di Mezzaluna Resto, Kemang, Jak-Sel, kami meluncur dengan rute yang berbeda. Sesampainya di tempat, ternyata sudah banyak para blogger yang hadir di situ. Di antaranya ada Mbah Satar, Om Triatmono, Kang Pringgo, Om Mitra wijaya, Om Stephen, Om Didik.

Tiba di lokasi dengan kondisi basah kuyup, kami urung untuk masuk ke dalam gedung dan memilih tetap di luar sambil memperhatikan rombongan test-ride yang tetap nekat rolling meski hujan cukup deras mengguyur. Tak lama berselang, muncul seseorang yang menegur kami untuk segera melakukan registrasi…

Mbak Siska, sumber: http://otoride.wordpress.com/

Akhirnya…, hujan mulai reda dan juragan WD serta kang Pringgo mengajak untuk memulai test ride meski kondisi di luar masih gerimis. Begitu safety gear yang telah disediakan terpasang, kami bertiga pun mulai menjajaki performa si matic anyar tersebut dengan dikawal dua rider dari komunitas Honda Vario. Well…, here we go… final report test ride ala kmphlynx…

gambar tidak mewakili kondisi yang sesungguhnya, hanya untuk ilustrasi. sumber: http://www.dapurpacu.com/

Pada saat start engine, suara motor starter halus. Rupanya Honda sudah menyingkirkan fitur “bletak” dari generasi sebelumnya:mrgreen: Keluar dari parkiran Mezzaluna, kami dihadapi dengan rangkaian mobil yang berjalan tidak sejajar… what a beautiful coincidence…. kemampuan handling mulai diuji. Sedikit zig-zag di antara kerumunan roda 4 dapat dilalui dengan sukses, kemampuan manuvernya cukup baik termasuk ketika menghindar tiba-tiba karena terkejut ada lubang cukup dalam di depan. Ketika dihadapkan pada kondisi macet dan/atau padat merayap, motor tetap bisa tegak meski kecepatannya sama dengan jalan kaki dan kaki pengendara tetap pada pijakannya (tidak turun/menyentuh ke jalan). Yang kmphlynx rasakan, cukup mudah menyeimbangkan Var-Tec ini ketimbang dua versi sebelumnya. Oya… untuk miring-miring alias cornering, kmphlynx ngga’ berani eksplorasi lebih jauh berhubung jalanan masih basah diguyur hujan…

Masih soal handling…, rem… Kalau mengacu kriteria di game Need for Speed Most Wanted, rem masuk kategori handling. Rute yang kami lalui cukup mencerminkan kondisi la-lin sehari-hari, dari mulai macet, kendaraan berjalan tidak beraturan, sampai yang nyebrang/motong jalan seenaknya. Kejadian tak terduga sempat kmphlnx alami saat mengendarai mesin 125cc berinjeksi ini. Yap…, sudden brake atau pengereman mendadak. Wuih.., repot juga kalau unit test-ride remuk ketika dijajal, pasti disuruh ganti (duit dari mana…❓ ). Alhamdulillah bisa ‘nge-rem’ tepat pada waktunya dan berhenti sebelum nyenggol:mrgreen: Ada ‘tapi’nya… Saat tuas rem sebelah kanan ditarik, rasanya seperti kurang ‘nggigit’. Ya…, kecepatan tidak berkurang sesuai yang diharapkan. Hal serupa juga pernah kmphlynx rasakan pada unit Honda Supra Fit (“oot” dikit yah..). Namun lain halnya ketika yang ditarik tuas rem sebelah kiri. Satu kata, pakem. Entah apa maksud produsen dengan perbedaan tersebut.

Sekarang kita bergeser ke ban. Pemilihan jenis ban dan bentuk grip yang membalut velg 14″ motor ini menurut pribadi cukup baik. Hal ini terbukti ketika melewati spasi/celah garis pada jalan cor/beton berkali-kali dilakukan dengan sengaja  (namanya juga nge-test), motor tidak goyang.

Soal kenyamanan saat melewati jalanan tidak rata, lubang kecil dan garis kejut, front-shock motor ini terbilang baik. Yah…, meskipun tidak sebaik front-shock motor sport, hehehehehehe…😀:mrgreen: beda kelas yak… [gubragh…]. Namun lain halnya dengan rear-suspension nya, keras, Mas Bro & Mbak Sis… Guncangan sangat terasa saat melibas garis kejut. Entah kalau ada boncenger, kemarin mau jajal lagi sama Kang Aziz tapi sudah kesorean. Memang, sepengetahuan kmphlynx, jika suspensi di-set keras maka handling dan manuver akan jadi lebih baik namun berimbas buruk pada kenyamanan berkendara saat melewati kondisi jalan yang tidak rata dan/atau rusak [cmiiw].

penampakan... sumber: http://ridertua.wordpress.com/

Beralih ke mesin. Dari segi suara, mesin dengan teknologi injeksi ini terbilang halus, baik saat awal start, idle dan bergerak. Tarikan gas terasa cukup responsif. Tidak ‘nyental-nyental’ (apa ya, bahasa Indonesianya?) juga tidak telat atawa lemot. Namun ada yang disayangkan, saat narik gas dengan spontan (kalau istilah di mobil, pedal gas-nya di kick off) terdengar suara ‘ngorok’ di sekitar bagian roda belakang. Tak disangka, Juragan WD juga sependapat (kirain cuma unit yg ane pakai saja yang begitu). Apa yang jadi penyebabnya, belum bisa diketahui.

ngintip jeroan... sumber: http://bikerist.com/

Tampilan spidometer minimalis tapi cukup informatif. Oya, sensor spidometer pada motor ini posisinya bukan di depan tapi diletakkan di bagian belakang, lho…. Baru diketahui ketika kmphlynx memposisikan motor pada standar tegak dan menyalakan mesin, juragan WD melihat jarum spido bergerak. Dari situ kemudian kami iseng menjajal kemampuannya, hehehehhe😈:mrgreen: Dengan dibantu Kang Pringgo untuk menahan posisi motor agar tidak bergeser, eksplorasi spido dimulai. Hasilnya, pada posisi standar tegak dan (pastinya) tanpa beban, kecepatan maksimal yang diperoleh di spido tercapai 120kpj. Itupun masih bisa naik lagi sepertinya, ujar pemilik Warung DOHC. Dari situ, rekan-rekan bloger lainnya ikut penasaran dan kami coba geber untuk yang kedua kalinya. Hasilnya masih sama dan pendapat dari rekan bloger lainnya juga sama, masih bisa ditarik lagi tapi ditahan oleh limiter di unit CDI-nya. Kalau top speed riilnya, kami tidak tahu secara pasti. Baru sekedar info di atas kertas dan testimoni test-rider yang ke Bali saja. Kalau diberi kesempatan lagi baru kmphlynx berani bicara, di sirkuit Sentul, mungkin?:mrgreen:

Yah… sepertinya itu dulu yang bisa disampaikan. Perihal fitur dan disain matic anyar dari Honda di bahas di ketikan berikutnya saja, ya…

Eits, hampir lupa. Soal konsumsi bahan bakar, kmphlynx tidak bisa memastikan berapa angka persisnya. Sebab tangki motor sudah terisi bahan bakar, entah berapa liter dan jarak tempuh rute kami pastinya berapa kilometer juga tidak diketahui.

bersambung….???

Comments
  1. kilaubiru says:

    vario seperdelapan liter😀

  2. warung DOHC says:

    itu unit yang sampean coba bukan yang combi brake mas…… makanya beda feel braking nya ..

    ehh untung tiramisunya disusulin :mrgreen:

    #foto2 sampean nanti tak tag dach biar artikel ini bisa di edit lagi picture nya🙂

  3. gaplek mania says:

    ambil satu mas?
    p180 biar awet.

  4. karismanis says:

    oohh gambare ta? gakpopo wis om😀

  5. GrandV says:

    Suspensinya keras ya, digabung ama jok tifis (demi fitur Helm-In), pantat bakalan pegel+panas klo turing

  6. partech ride says:

    ada suara berdesis, suara kipas radiator kayak di vario lama ga mas?

  7. joni says:

    keren bgt sich om, tapi rodanya berasa kekecilan kelahap body:mrgreen:

  8. blade-in says:

    Motor kompresi tinggi, berani nenggak premium?

  9. kerennn mas kempling

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s