Oleh-oleh dari Ducati Bandung

Posted: September 28, 2011 in Dokumentari, Otomotif
Tags: , , , , , , , ,

Pernah dengar tentang produk Bajaj yang banyak dibilang orang sebagai produk yang gagal? Bukan dari rangka, bukan dari mesin atau body-nya. Melainkan ban depan yang digunakan oleh Bajaj Pulsar dan XCD tidak seperti motor pada umumnya. Entah karena sugesti saja atau tidak paham lalu mem”beo” (seperti kebanyakan kebiasaan masyarakat kita). Kemudian dikait-kaitkan dengan handling yang jadi kurang maksimal, “ngambang” ketika menerabas genangan air atau slip ketika si motor melewati tikungan/putaran. Pernyataan tersebut muncul entah karena memang sudah mencobanya atau hanya mereka-reka berdasarkan analisa pribadi yang masih kurang referensi…

Sebetulnya sudah sejak lama sebelum mengenal produk dari India tersebut, kmphlynx mengetahui motor-motor kelas sport, bentuk/arah grip ban belakang berbeda dengan roda depan. Sebut saja, kala masih duduk di bangku SLTA, yang sedang naik pamor adalah RC45. Dulu kmphlynx belum mempunyai jawaban yang pasti kenapa grip depan ko’ dipasang terbalik (belum ada om google, cuy…). Sempat bingung dan sangsi, apa iya bisa belok dengan nyaman dan lancar? Tapi masak pabrikan besar dan motor hebat seperti itu bisa salah perhitungan? Hmmm…., kenapa dan apa alasannya ya?

Boleh dibilang tema ini sudah sangat basi, karena sudah banyak yang mengulas tentang hal ini. Tapi apa salahnya kalau kita mengingat kembali, kemudian membaginya kepada yang masih belum paham. Toh ternyata masih bisa kita temui biker yang masih belum “ngeh” dengan pola grip ban depan yang terbalik. Malah dengan yakinnya (walau belum didukung dengan data yang akurat) mem-vonis produk lain sebagai barang cacat.

Kebetulan, selagi menghadiri undangan atas nama KOBOYS dari broSatar-IndobikerMags, ada penampakan yang muncul mengingatkan kembali yang dulu sempat tersirat dibenak untuk dicurahkan. Yups, Mas Bro dan Mbak Sist…., ini dia penampakannya….

kiri: Diavell, kanan: CBR

CBR dan Fireblade

 

Multistrada

Setelah melihat gambar di atas, lalu apa bedanya dengan yang ini?

Pulsar 220

Ternyata pola grip ban depan yang terbalik ini banyak ditemukan di ban-ban motor sport berkapasitas besar buatan luar negeri. Misalnya, Pirelli atau Dunlop. Memang, grip pada ban berfungsi untuk membuang air dan/atau kotoran, sehingga saat melintas jalan basah atau berpasir, roda masih menggigit. Atas dasar itu beberapa orang beranggapan bahwa pola grip yang terbalik menyebabkan air dan/atau kotoran tidak terbuang dengan baik dan menyebabkan kenyamanan handling dan kemampuan manuver berkurang. Untuk menjelaskan kenapa roda depan motor sport kapasitas besar mengaplikasi ban dengan alur terbalik, ada penjelasan secara teknisnya.

Ban depan itu hanya mengikuti roda belakang. Power mesin tidak diberikan di situ. Sebaliknya, justru roda depan berfungsi saat pengereman. Karena saat mengerem, kita lebih dulu mengerem roda depan. Karena fungsinya justru pada saat mengerem, berdasarkan teori, dengan arah terbalik, grip roda depan justru menguat. Jadi, jarak pengereman makin bagus, dan tetap stabil. [cmiiw]

Teorinya saat mengerem, walaupun arah roda tetap bergerak ke depan, akibat pengereman ada gaya gerak ke belakang sebagai kontranya. Ini berarti ada tenaga yang diterima oleh roda belakang. Oleh karena itu, dengan alur coakan terbalik, gigitan dan grip ban makin baik. Hal ini berlaku untuk motor sport dengan kapasitas besar karena motor sport memiliki kecepatan yang tinggi. [cmiiw]

Wah…, kalau begitu Pulsar termasuk kategori motor dengan mesin berkapasitas besar dan memiliki kecepatan yang tinggi? Ah, ngga’ juga… toh kalau bebek dan motor dengan kecepatan di bawah itu menerapkan ban depan alur terbalik pun juga tidak masalah. Sah-sah saja ko’ :D: Cuma, masalahnya jadi aneh dan kurang enak dilihat. Kesannya kurang sporty, gitu…:mrgreen:

Namun satu hal yang pasti, ban belakang tidak boleh dibalik…:mrgreen:

Reference: motorplus.com

Comments
  1. Ta kirai peyeum bandung….:mrgreen:

  2. ardiantoyugo says:

    oo… lagi ngerti aku…:mrgreen:

  3. hadiyanta says:

    hanya motor laki yg ban depan terbalik

  4. TDF says:

    wah jadi gitu to, tapi kalo ujan pasti jauh lebih kotor ketimbang yang nggak kebalik

  5. Pak Bambang Nunggang Byson says:

    tiwas meh nyandangi, tak kiri mur baut ducati, lumayan nggo nyicil

  6. proleevo says:

    Hanya yang ban depannya terbalik yang disebut motor laki. Hi..hi..hi.. Btw, motor yang paling bawah, yang punya pasti keren.

  7. zaqlutv says:

    asal jangan pakai cd terbalik:mrgreen:

  8. bejo says:

    pulsare kang tri yo..?

  9. monde says:

    Hurup di nomor polisi BH i…

  10. ipanase says:

    motor sport memang kebalik alurnya, biar aman…wakti nge rem settt

  11. Hourex150L says:

    ooo gitu thoo…😀😀

    PISS..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s