Touring “Kanggo Ngraketke Paseduluran”_Sukabumi #1

Posted: September 11, 2011 in Dokumentari, Jalan-Jalan, Nyam-Nyam

Pusing melanda ketika alat kerja berupa 2 unit komputer dan satu laptop kena virus yang cukup merepotkan. Ketiga perangkat tersebut dengan sukses dan lancar “kebobolan” program perusak tersebut lantaran memenuhi permintaan seorang kawan untuk membackup datanya. Meskipun demikian, tetap bersyukur karena data-data milik teman berhasil diselamatkan. Nah…, sekarang tinggal bagaimana mengusir si virus yang bernama “Ramnit.A” ini dari perangkat kerja.
Peristiwa tersebut terjadi pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan, tapi bukan itu inti ceritanya. Melainkan hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya.

Setelah berupaya dengan secuil ilmu dan sekelumit kemampuan yang ada, akhirnya diri ini dihadapkan pada kenyataan bahwa cuma segitu saja kemampuanku. Si Ramnit masih tetap “keukeuh” bercokol dan masih belum ketemu solusinya. Mau minta bantuan teman-teman yang dulu mengajarkan ilmu komputer, sepertinya saat ini sudah tidak memungkinkan. Di antara mereka ada yang sudah bekerja di seberang pulau, ada juga yang waktu luangnya sedikit. Hmpf…. kemana lagi ya?

Untuk sedikit menenangkan pikiran dan menghibur hati, login FB kubuka dan langsung menuju sebuah group, KOBOYS… Ternyata di situ(group) sedang berlangsung diskusi tentang Linux di salah satu trit(thread, cmiiw) dan yang paling berperan aktif memberi informasi adalah Mas Nono Elsabarto. Singkat cerita, kami janjian untuk “kopdar” di rumahnya, Sukabumi.

Bertepatan dengan HUT pertama KOBOYS, Rabu 7 September 2011, sekitar pukul 06:00 saya berangkat memenuhi janji dengan berbekal “latitude” dari google. Heheh…, fitur ini cukup bermanfaat untuk mempermudah bertemu dengan teman di meeting point tertentu, walaupun tingkat akurasinya hanya sekitar 70-80% saja. Tentang latitude ini, teman-teman dari KOBOYS yang ‘ngompori’ dan ‘ngajari’.

Sepanjang perjalanan, banyak hal yang dapat diamati, dicermati dan dinikmati. Mulai dari ritual macet para karyawan yang berangkat kerja, rider dan driver yang sruntulan mengejar waktu supaya tidak terlambat masuk kerja, kendaraan umum yang berhenti dan memotong jalan seenaknya (malah ada yang ‘trek-trek-an’ lho..) sampai ketemu penyeberang jalan yang main “nyelonong” saja. Susah kalau sudah jadi budaya…, budaya “ngawur”……👿 Ternyata, untuk bisa jadi orang yang benar-benar sabar itu susah, ya?

Memasuki persimpangan Ciawi arah Sukabumi, si Pulsar sudah disuguhi jalanan rusak😦 . Ada yang berlubang, sedang dalam perbaikan, berpasir bahkan ada yang keriting (minta di rebonding, kata istri). Buat motor yang pakai centerbox, lebih baik dicopot saja, sumpah ‘ngga’ nyaman!(mungkin karena box dan bracket-ku yang murahan, ya?😆 ). Jalan yang berkelak-kelok dan naik turun menambah nikmatnya perjalanan hari itu.
Memasuki pukul 09:00, perut mulai menjerit kelaparan…, nyari tempat tongkrongan yang ada landscape view-nya ga nemu. Akhirnya berhenti sejenak di Masjid Nurul Anda, di seputaran Purwasari.

plang Masjid Nurul Anda

Setibanya di pelataran masjid, kesan pertama yang terlihat adalah “bersih”, baik masjid hingga pelatarannya. Ada seorang ibu yang sedang membersihkan lantai masjid ketika hendak masuk. Beliau menyuruh untuk shalat di dalam saja, namun saya lebih memilih di teras karena langsung terkena udara sejuk daerah itu.

Bersih....

Parkirannya motorsiawi

Setelah bersyukur kepada Allah Yang Maha Menjaga selama perjalanan tadi sekarang tiba waktunya untuk memenuhi tuntutan lambung, sarapan ke-2…. heheheh…:mrgreen:

Nas-Gor Sea-Food, made by istri tercinta...

Habis dhuha dan sarapan ke-2, lanjut lagi perjalanannya…
Setibanya di pasar dan terminal Cibadak, woah..!! macet parah, mas bro… tapi tadi sempat lihat ada plang dengan tulisan “Jalur Alternatif ke Sukabumi”. Akhirnya putar balik dan masuk ke jalur alternatif tersebut (nge-bolang, bro… bismillah…). Ini dia yang sempat di capture…..

enak buat cornering, tidak terlalu ekstrim tikungannya

Jalanan alternatif ini cukup seru, recommended buat para cornering lovers. Tikungannya sangat banyak dan beragam serta jalanannya aspal mulus…. Memang jadinya memutar agak jauh, tapi lebih baik daripada nungguin macet, bbm terbuang sia-sia, nyedot asap, keringetan dan stress… woah…! ngga deh….

Akhirnya perjalanan sampai di kota Sukabumi, hari itu kondisi la-lin lagi  ramai-ramainya. Entah ada event or peristiwa apa, habis clingak-clinguk ngga lihat ada sesuatu yang menghebohkan, lanjut lagi…. Ketika  sampai di bunderan kota, sebelah Lapangan Merdeka, (heheheh) mulai deh kehilangan orientasi (halah, bilang saja nyasar…). Di saat itu pula jurus ampuh dikeluarkan…. tuuut…., tuuut…., “Halo, assalamu’alaikum… Mas, posisi saya ada di……”

bersambung………..

Comments
  1. B M W ♣ says:

    Halah,bersambung barang

  2. kang_ulid says:

    bracketnya sebaiknya ganti yg 6 titik kang… agar tidak mudah goyang n tidak mempengaruhi handling… tapi kalo udah 6 titik ya berarti perlu ganti bracket tuh… hehehehhe

  3. ardiantoyugo says:

    tak tunggu sambungannya…:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s